Rabu, 17 September 2014

Pertanian Yang Tergerus Perkembangan Jaman



Pertanian Yang Tergerus Perkembangan Jaman
Oleh: Faishol Amir, S.Si (KSK Kec.Suboh Kab.Situbondo)
(Pernah diterbitkan di harian Radar Banyuwangi edisi 17 Oktober 2014)
 
Penduduk  Kabupaten Situbondo, Khususnya Kecamatan Suboh cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Kenaikan tersebut akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, pembangunan lahan permukiman, pertokoan, industri dan pusat kegiatan ekonomi lainnya terus meningkat seiring laju pertambahan penduduk. Pembangunan didirikan di atas lahan-lahan baru, baik yang sebelumnya lahan bukan pertanian tidak produktif (lahan kosong) dan lahan pertanian yang masih produktif. Sehingga terjadilah peralihan fungsi lahan yang berakibat menyempitnya lahan pertanian, produksi pertanian menurun serta perubahan mata pencaharian petani ke sektor ekonomi yang lain.
  Peralihan fungsi lahan pertanian menjadi lahan bukan pertanian merupakan persoalan yang tidak bisa dihindari dalam proses pembangunan suatu wilayah. Ada dua faktor utama yang mempunyai andil besar dalam peralihan fungsi lahan. Pertama, faktor pertambahan penduduk, dimana kebutuhan lahan permukiman juga meningkat. Ditambah dalam tradisi lokal masyarakat Situbondo, orang tua  akan membangun rumah yang baru jika anaknya berkeluarga. Tentu hal itu membutuhkan lokasi baru sehingga memicu terjadinya perubahan fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi lahan bukan pertanian. Kedua, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat di berbagai sektor. Di sektor perdagangan dan industri, banyak pembangunan toko, pusat perdagangan, pabrik, dan kawasan industri baru, utamanya yang berlokasi di pinggir jalan raya.
Terjadi Perubahan Jenis dan Status Mata Pencaharian
Selaras dengan berkurangnya luas lahan pertanian, jumlah rumah tangga yang berusaha di bidang pertanian juga semakin menurun. Berdasarkan data perbandingan hasil Sensus Pertanian tahun 2003 dengan Sensus Pertanian tahun 2013 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) seperti yang ditunjukkan tabel di bawah, terjadi penurunan jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kecamatan Suboh sebesar 914 rumah tangga.



Tabel Indikator Perbandingan Hasil ST 2003 dan ST 2013 Kecamatan Suboh
No
Indikator Perbandingan
Tahun
2003
2013
1
Jumlah Rumah Tangga usaha Pertanian (orang)
6.926
6.012
2
Rata-rata Luas Lahan Pertanian yang dikuasai per rumah tangga pertanian (m2)
1.932,01
2.661,85
Di sisi lain, rata-rata luas lahan pertanian yang dikuasai per rumah tangga usaha pertanian tahun 2013 di Kecamatan Suboh justru meningkat 37,78% dibandingkan tahun 2003. Tentu kita berpikir ada peningkatan kesejahteraan kehidupan petani karena luas lahan yang mereka kuasai semakin bertambah. Namun kesimpulan tersebut terlalu dini, karena mungkin saja petani-petani dengan modal besar yang bertambah luas lahan yang dikuasainya. Sedangkan petani gurem (petani yang menguasai lahan pertanian kurang dari 10.000 m2) luas lahan pertaniannya tetap atau bahkan berkurang karena dijual, disewakan atau digadaikan.
Hal itu memunculkan spekulasi terjadinya arus perubahan mata pencaharian penduduk, utamanya pada petani gurem yang semula berusaha di bidang pertanian beralih menjadi pengusaha atau buruh di sektor ekonomi yang lain seperti perdagangan, industri, atau sektor lainnya. Namun bisa pula yang terjadi perubahan status dari seorang pengusaha pertanian menjadi buruh tani/ petani penggarap.
Faktor Pemicu
Ada empat hal utama yang menjadi faktor pemicu perubahan mata pencaharian petani. Pertama, wabah hama yang menggila. Dalam satu dekade ini, hama penyakit yang menyerang tanaman, khususnya padi dan jagung menjadi siklus rutin yang tidak bisa diputus mata rantainya. Mulai hama wereng coklat, tikus, dan ulat pada tanaman serta jenis hama lainnya. Musnahnya predator alami seperti ular, katak, dan keong yang diburu masyarakat untuk dijual, ditengarai menjadi penyebab meledaknya hama tanaman.
Kedua, perubahan iklim yang tak menentu. Seperti hujan turun terlalu sering yang menyebabkan bamjir dan tanaman membusuk atau kemarau berkepanjangan yang menyebabkan kekeringan. Ketiga, kelangkaan pupuk yang beredar di pasaran menghambat proses pertumbuhan tanaman. Terkadang petani harus menunggu tersedianya pupuk sampai berbulan-bulan walau masa ideal untuk melakukan pemupukan telah lewat.
Keempat, biaya produksi yang mahal seperti harga pupuk, bibit, biaya upah pekerja dan persewaan traktor yang kenaikannya cukup tinggi dan tak terjangkau oleh petani kecil. Dan yang kelima, anjloknya harga hasil panen petani. Sering kita temui, saat panen bagus harga komoditas turun drastis karena stok  yang melimpah dan harga melambung tinggi saat keterbatasan stok hasil panen.
Kelima faktor di atas menyebabkan petani merugi dalam usahanya. Bahkan pernah tercatat di Kecamatan Suboh petani gagal hingga empat kali masa penanaman secara beruntun karena kombinasi faktor-faktor di atas. Sehingga banyak petani yang beranggapan daripada merugi di usaha pertanian, lebih baik beralih usaha ke sektor lain atau menjadi buruh saja. Sedangkan lahan pertaniannya dijual, disewa, atau digadaikan
 Ada hal menarik yang bisa dicermati di Kecamatan Suboh, selain berkurangnya jumlah rumah tangga usaha pertanian. Ternyata banyak pemuda baik lulusan SMA/ Sederajat atau bahkan sarjana yang enggan menjadi petani. Mereka beranggapan bekerja di sektor pertanian kurang beken, prospek kerjanya tidak meyakinkan, tidak populer di mata pemuda saat ini dan alasan-alasan lain yang menguatkan stigma bahwa bertani bukanlah profesi anak muda saat ini.
Tentu ini menjadi polemik yang serius bagi pemerintah Situbondo, siapa nantinya yang akan bekerja sebagai petani jika pemudanya saja enggan untuk bertani?. Jika saat ini Pemerintah Situbondo masih berbangga hati karena merupakan salah satu kabupaten yang surplus beras, apakah hal itu akan terus berlangsung sementara lahan pertanian semakin menyusut dan jumlah petani semakin menurun?
Pemerintah Harus Bekerja Keras
Selama ini, pemerintah melalui dinas pertanian sudah berupaya memajukan pertanian di Kecamatan Suboh dengan  memberikan bantuan sarana-prasarana pertanian kepada kelompok tani, seperti: traktor, Hand Sprayer, pompa air, dan alat pertanian lainnya. Selain itu, bantuan bibit dan pupuk bersubsidi telah digelontorkan untuk menangkal mahalnya biaya pertanian. Ada pula pelatihan dan penyuluhan, baik yang dilakukan mantri tani dan penyuluh pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petani tentang cara bercocok tanam yang benar.
Namun semua itu seperti tidak memberikan dampak yang signifikan dalam memajukan pertanian di Kecamatan Suboh. Masih banyak ditemui petani mengeluarkan biaya yang mahal untuk sewa traktor, pupuk yang langka di pasaran meskipun mereka punya jatah masing-masing, dan gagalnya panen karena hama yang menyerang meski penyuluhan tentang penangkalan hama terus dilakukan.
Ada indikasi penyalahgunaan bantuan dan tidak maksimalnya roda organisasi kelompok tani menyebabkan masih banyak petani yang tidak bisa menikmati hasil bantuan pemerintah karena hanya dikuasai oleh ketua kelompok tani atau anggota keluarganya saja.
Ada beberapa solusi yang bisa dilakukan pemerintah Situbondo untuk mengatasi berbagai macam permasalahan di atas, yaitu: Pertama, Pemerintah mendorong para peneliti untuk menemukan formula obat anti hama yang murah, tepat guna dan tidak merusak unsur hara tanah. Kebetulan Kabupaten Situbondo memiliki dua universitas yang memiliki jurusan Biologi. Sehingga masalah hama yang menyerang tanaman bisa teratasi. Kedua, memperbaiki sistem irigasi yang ada sehingga bisa mengatasi permasalahan iklim yang melanda petani. Contoh: membuat bendungan untuk menyimpan air, membangun irigasi primer hingga mencakup lahan pertanian yang jauh dari sumber air.
Ketiga, Pemerintah harus bisa menjamin pupuk sampai kepada petani langsung dengan pengawasan penuh pada distribusinya. Keempat, mendorong kelompok tani untuk aktif dan inovatif dalam melakukan komunikasi agar anggota bisa merasakan manfaat adanya kelompok tani. Seperti penyaluran bantuan bibit, alat, dan pupuk yang melalui kelompok tani. Kelima, membangun dan memberdayakan KUD pertanian di setiap desa agar hasil dan harga panen petani terjamin dan stabil (petani bisa langsung menjualnya ke KUD) . Perlu pula diadakan pelatihan pengolahan produk pertanian sehingga bisa bernilai tinggi dan meningkatkan pendapatan petani, khususnya petani gurem. Misalnya pembuatan makanan olahan dari singkong, dll.
Selain itu, edukasi kepada para pemuda tentang pentingnya pertanian dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan terus dilakukan secara konsisten dan kreatif agar menumbuhkan minat para pemuda untuk juga terlibat langsung dalam pertanian. Jika hal-hal diatas betul-betul dilaksanakan, kecenderungan untuk beralihnya mata pencaharian masyarakat dari petani ke sektor lain bisa dikendalikan, target swasembada beras nasional tetap terjaga dan hasil produksi pertanian terus meningkat meskipun tidak dipungkiri luas lahan pertanian menurun. Petani juga akan semakin semangat bertani karena masa depan mereka terjamin.

3 komentar:

  1. Halo, nama saya Mia Aris.S. Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya telah scammed oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai seorang teman saya merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800.000.000 (800 JUTA ) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dengan tingkat bunga hanya 2%. Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah i diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening saya tanpa penundaan. Karena aku berjanji padanya bahwa aku akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman dalam bentuk apapun, silahkan hubungi dia melalui emailnya: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com
    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya ladymia383@gmail.com.
    Sekarang, semua yang saya lakukan adalah mencoba untuk bertemu dengan pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening bulanan.

    BalasHapus
  2. PELUANG LAIN LAGI, APAKAH ANDA USAHA MAN / WANITA, A PEKERJA DI ORGANISASI, Wiraswasta? Membutuhkan pinjaman pribadi untuk bisnis tanpa stres, Jika demikian, hubungi kami hari ini, kami menawarkan pinjaman tahun baru pada tingkat bunga rendah dari 2%, Anda dapat memulai tahun baru dengan senyum di wajah Anda, keselamatan, kebahagiaan kami pelanggan adalah kekuatan kita. Jika Anda tertarik, mengisi formulir aplikasi pinjaman di bawah ini:
    Informasi Peminjam:

    Nama lengkap: _______________
    Negara: __________________
    Sex: ______________________
    Umur: ______________________
    Jumlah Pinjaman Dibutuhkan: _______
    Durasi Pinjaman: ____________
    Tujuan pinjaman: _____________
    Nomor ponsel: ________

    Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami sekarang melalui email: gloryloanfirm@gmail.com

    BalasHapus
  3. Halo setiap nama saya Salfiah Cholid Saya ingin memperingatkan setiap salah satu penipuan pinjaman online saat ini yang telah tersebar di seluruh dunia saat ini harap diberitahu bahwa ada juga bentuk pinjaman legit karena DHL EXPRESS yang kita semua tahu telah ditetapkan sebuah perusahaan pinjaman untuk membantu mimpi keuangan kami, mereka memberi saya pinjaman dengan tingkat bunga 2% tanpa agunan aku masih tidak percaya tapi nyata saya telah ditipu berkali-kali tapi mereka membawa kembali kegembiraan dalam hidup saya. Jika pernah Anda membutuhkan pinjaman menghubungi mereka sekarang info.dhlexpressloans@gmail.com atau dhlexpressloans@gmail.com dan melihat keajaiban DHL pada langkah pintu Anda. Anda dapat menghubungi saya jika Anda memiliki pertanyaan tentang salfiahcholid@gmail.com...

    BalasHapus