Dan Kamipun Menemukan Semangat Baru
(Cerita Kegiatan KSKP 2015)
Assalamualaikum
Wr.Wb.
Alhamdulillah,
akhirnya saya bisa merampungkan kisah dan cerita kegiatan KSKP tahun 2015
ditengah padatanya kegiatan yang cukup menyita waktu dan tenaga. Sebelumnya
perkenalkan dulu nama saya Faishol Amir, S.Si, Koordinator Statistik Kecamatan
(KSK) Suboh Kabupaten Situbondo Provinsi Jawa Timur.
Pada kesempatan
kali ini, saya akan mengulas secara lengkap agenda kegiatan pelaksanaan KSK
berprestasi (KSKP) tahun 2015. Tulisan ini saya bagi dalam beberapa bagian,
mulai Penjelasan tentang apa itu KSKP, tahap persiapan, pelaksanaan dari hari
pertama sampai terakhir hingga kisah perpisahan dan perjalanan pulang kami.
# Tentang KSKP
Setiap tahun,
di BPS ada ajang pemilihan KSK berprestasi (KSKP) yang dimulai dari level
kabupaten/ kota yang akan terpilih satu KSK untuk dilombakan kembali di level
provinsi. Dari masing-masing provinsi dipilih lagi satu KSKP yang menduduki
juara satu untuk dikirim ke Jakarta mengikuti kegiatan KSKP nasional.
Kegiatan KSKP
adalah sebuah penghargaan besar dari BPS kepada garda terdepan BPS dalam
menghasilkan data, yaitu KSK. Sehingga diharapkan KSKP yang terpilih sampai
tingkat nasional akan menjadi teladan dan memberi contoh positif bagi KSK
lainnya di daerah masing-masing.
Bagi KSKP yang
terpilih, reward ini akan menjadi
kebanggaan tersendiri karena tidak semua KSK akan mendapatkan kesempatan langka
dan berharga seperti bertemu dan berfoto bersama Prediden RI serta Kepala BPS
RI, mengunjungi kantor pusat BPS RI, menghadiri rapat paripurna DPR MPR,
mengikuti detik-detik peringatan proklamasi 17 Agustus, mendapatkan pembekalan
materi tentang seluk-beluk BPS hingga kegiatan jalan-jalan di kawasan Ancol dan
monas.
# Persiapan
Kegiatan KSKP
tahun 2015 sebetulnya dilaksanaan tanggal 12-19 Agustus 2015 di Jakarta. Namun
BPS Provinsi Jawa Timur (untuk selanjutnya saya singkat BPS Jatim) meminta saya
untuk datang ke kantor BPS Jatim pada tanggal 11 Agustus 2015 untuk briefing persiapan menjelang ke Jakarta.
Tepat jam 12.15 saya tiba di sana. Sambutan hangat saya terima dari Kasubag
kepegawaian BPS Jatim, bapak Ribut Hadi
Candra.
Beliau begitu
sumringah dan bahagia menyambut kedatangan saya. Kamipun memulai percakapan
tentang persiapan perjalanan menuju Jakarta besok. Beliau meminta saya bersabar
untuk bertemu dengan Kepala dan Kabag TU BPS Jatim, karena di saat yang
bersamaan bapak Kepala dan Kabag TU sedang ada tamu dari BPS RI dan ada
kegiatan lain yang sangat penting. Jika beruntung saya bisa bertemu dan
mendapat sedikit wejangan dan arahan
dari beliau semua.
Sembari
menunggu, saya manfaatkan waktu untuk menimba ilmu dan sharing pengalaman dengan pegawai BPS Jatim.Saya masuk ke ruangan
bagian kepegawaian dan tata usaha. Di sana saya bertemu dengan rekan sesama
prajabatan tahun 2011, mas Rendi dan mbak Galuh. Wah nostalgia ceritanya.
Dari mbak Galuh
saya mendapat informasi yang sangat berharga tentang persiapan tiket pesawat.
Ternyata saya tidak perlu mengantre di loket bandara untuk registrasi Boarding pass. Cukup online saja sehari
sebelumnya, maka kita bisa melakukan Boarding
pass sekaligus pesan tempat duduk. Ehm,
praktis nih. Oh iya, sekalian saya minta tolong untuk print bukti Boarding pass karena kebetulan tidak
membawa smart phone ataupun tablet.
Cukup
komunikasi dengan mbak Galuh, saya pindah bercakap-cakap dengan mas Iwan bagian
urusan Penilaian angka kredit (PAK). Beliaulah yang mempunyai andil besar dalam
hal diterima tidaknya nilai PAK yang kami usulkan. Saya akhirnya bisa mengorek
informasi penting bagaimana mekanisme penilaian PAK yang selama ini saya dan
rekan-rekan fungsional lain kurang begitu kami pahami. Alhamdulillah beliau
mengupas dengan tuntas bagaimana mekanisme PAK serta tips dan triks agar PAK
kami diterima tanpa catatan. Untuk penjelasan mengenai mekanisme PAK, Insya
Allah akan saya bahas di kesempatan lain pada tulisan selanjutnya.
# Perjalanan Menuju Jakarta
Karena ini akan
menjadi perjalanan pertama saya menaiki pesawat, maka saya banyak bertanya kepada
orang-orang yang saya kenal dan pernah naik pesawat. Untunglah kesan positif
yang saya dapatkan bahwa tidak perlu gugup karena semuanya Insya Allah akan baik-baik saja.
Sekitar jam
05.00 WIB saya telah tiba di Bandara Juanda, lebih cepat 45 menit dari jadwal
keberangkatan agar saya bisa bertanya kepada petugas bandara tentang hal-hal
apa saja yang perlu dipersiapkan. Untunglah semuanya sudah siap.
Sewaktu pesan
online Boarding pass ,saya pilih
kursi 35 A dengan pesawat Garuda 305. dekat jendela dan menghadap daratan pulau
Jawa. Ya maklum ini pengalaman pertama saya naik pesawat, maka saya manfaatkan
untuk memotret pulau jawa dari atas nantinya.
Sempat sedikit
takut saya rasakan saat pesawat mulai take
off, seperti naik roll coaster
saya rasakan.Kurang lebih 2 menit setelahnya posisi pesawat sudah
normal.Syukurlah, batin saya.Saya tengok lewat jendela, wah indahnya
pemandangan awan yang tampak. Eh daratan pun terlihat. Kota-kota tampak kecil,
kecil sekali. Dalam beberapa menit saja seperti sudah melewati satu kota/kabupaten.
Namun telinga
saya seperti mendengung. Ah benar yang diceritakan orang-orang, perbedaan
tekanan udara menyebabkan hal itu terjadi. Bahkan saya sempat merasakan urat
syarat dari kepala menuju mata sakitnya minta ampun.
Akhirnya
setelah kurang lebih 65 menit di udara, pesawat mendarat sempurna di Bandara
Internasional Soekarno Hatta Jakarta. Wah akhirnya tiba juga di Ibukota Negara
tercinta, Jakarta. Sesuai petunjuk di undangan, maka saya langsung naik Bus
Damri tujuan Gambir. Biayanya Rp.40.000, ya sepadan dengan jauhnya jarak yang
ditempuh sekitar 1 jam.
Di Bus saya
langsung berjumpa dengan KSKP dari provinsi lain, yaitu dari Kalimantan Barat.
Dia mengenali saya dari jaket ST2013 yang memang sengaja saya kenakan agar
mudah dikenali. Sekitar jam 09.00 WIB tibalah saya di belakang Stasiun Gambir,
tempat bus terakhir berhenti. Ternyata di sana telah menunggu panitia yang memandu kami menuju Hotel Lumire
tempat kami menginap nantinya.
# Hari pertama, Rabu 12 Agustus
2015
Setelah tiba di
hotel jam 12.00 WIB, kami harus menunggu hingga pukul 14.15 WIB untuk bisa
masuk kamar karena proses check in
baru dimulai. Pemilihan kamar sudah ditentukan dan saya sekamar dengan KSKP
Jawa Barat, Adi Yuliandi, S. Kom, KSKP yang sebetulnya sangat tidak asing
dengan kantor BPS RI karena dia 10 tahun pernah mengabdi di sana sebelum lolos
tes menjadi KSK di kabupaten Purwakarta Jawa Barat.
Sekitar jam
18.30 WIB, seluruh KSKP berkumpul di ruang restoran hotel. Kami menikmati
hidangan bersama-sama. Sempat saya berkenalan dengan beberapa rekan KSKP dari
provinsi lain. Tepat jam 19.15 WIB kami diminta untuk berkumpul di lantai 3
gedung hotel untuk mengikuti kegiatan perkenalan KSK. Saya sajikan nama-nama
KSKP beserta asal provinsinya dalam tabel di bawah ini.

Acara dipandu oleh Bapak Dr. Bonivasius P. Ichtiarto, S.Si selaku Kepala
Bagian Kesejahteraan dan Pengembangan Pegawai Pusat serta bagian humas yaitu
mbak Vivi, mbak Rani dan rekan-rekan bagian psikologi yang lain. Kami mengikuti
serangkaian permainan yang bertujuan untuk mengakrabkan satu sama lain, seru dan
menyenangkan. Acara berakhir jam 21.45 WIB. Ehm
lelah juga hari ini, kini waktunya istirahat.
(Foto acara kumpul bersama
persiapan kegiatan perkenalan)
# Hari kedua, Kamis 13 Agustus
2015
Hari ini kami mengawali aktivitas mulai jam 06.00
pagi. Setelah sarapan bersama di restoran Hotel Lumire, kami berangkat menuju
kantor BPS RI menggunakan bus yang disedikan BPS tepat jam 06.30. sekitar 15
menit perjalanan, tibalah kami di kantor BPS RI. Hal pertama yang saya rasakan
adalah rasa takjub, betapa besar dan megahnya kantor pusat BPS RI karena gedung
BPS RI adalah kantor statistik termegah di seluruh dunia. Ada rasa bangga yang
tak terkira manakala saya bisa datang dan berkeliling di komplek kantor BPS RI.
Total ada 5 gedung yang menjulang tinggi sekitar 12 lantai masing tingginya
sekitar 100 m. Di bagian depan kantor terdapat Air Mancur dengan ikon lambang sigma (∑) yang terkenal di kalangan
pegawai BPS. Kami pun bergegas berfoto ria di depan air mancur itu bergantian.
(Foto peserta KSKP 2015 di depan
Air Mancur dan Simbol ∑)
Bertemu dan Berfoto bersama
Kepala BPS RI
Tak lama
berselang, kami disambut oleh Ibu Sriwidadi Wijayanti T, S.Si (Kepala Bagian
Mutasi Pegawai), Bapak Daryanto, M.M (Kepala Bagian Jabatan Fungsional) dan Bapak
Suhardiyono, S.E
(Kepala Subbagian Mutasi Pegawai III). Setelah perkenalan dan pengarahan singkat dari beliau semua, kami memulai tur di BPS RI dengan diawali ke ruangan Kepala BPS RI, Bapak Dr.Suryamin, M.Sc. Alhamdulillah kami bisa bertemu bapak Suryamin di tengah padatnya jadwal beliau hari ini yang juga akan menghadiri rapat bersama Bapak Presiden RI.
(Kepala Subbagian Mutasi Pegawai III). Setelah perkenalan dan pengarahan singkat dari beliau semua, kami memulai tur di BPS RI dengan diawali ke ruangan Kepala BPS RI, Bapak Dr.Suryamin, M.Sc. Alhamdulillah kami bisa bertemu bapak Suryamin di tengah padatnya jadwal beliau hari ini yang juga akan menghadiri rapat bersama Bapak Presiden RI.
Bapak Suryamin
menyatakan rasa bangganya bisa bertemu dengan para KSKP seluruh Indonesia
karena menurut beliau kamilah yang terbaik yang dikirim dari masing-masing
provinsi. Padahal, justru kami yang bangga berkali-kali lipat karena bisa
bertemu dengan orang nomor satu di kalangan BPS RI. Beliau menitip pesan pada
kami agar kami menularkan keteladanan dan ilmu kepada KSK dan pegawai lain di
daerah masing-masing selepas kami pulang nantinya.
Di akhir
kesempatan ini, kami sempatkan berfoto bersama dengan Pak Suryamin. Wah ini
bisa menjadi kenang-kenangan terindah yang akan kami tunjukkan pada rekan kami
di daerah nantinya.
(Foto bersama Kepala BPS RI,
Bapak Dr.Suryamin, M.Sc.)
Pembekalan Komunikasi
Setelah itu,
kami mengikuti kegiatan pembekalan komunikasi dengan narasumber Bapak Yuliandre
Darwis, Ph.D. Dosen ilmu komunikasi di beberapa universitas di Jakarta. Beliau
memberikan kuliah singkat tentang pentingnya membina komunikasi yang baik,
teknis dan tips membangun komunikasi yang bagus serta kesalahan-kesalahan dalam
menjalin komunikasi dengan orang lain. Ini ilmu yang sangat berharga bagi kami
karena memang kami rasakan apa yang disampaikan beliau benar adanya dengan
penerapan di lapangan.
(Foto Bapak Andrie Darwis, Ph.D,
berkacamata, pemateri komunikasi efektif)
Satu hal yang
paling saya ingat adalah “untuk menjadi komunikator yang baik, maka jadilah
pendengar yang baik. Jangan langsung masuk ke inti tugas dengan bertanya
tentang kuesioner.Tapi dengarkan dulu curhat mereka, berikan pemahaman dan
penjelasan yang tepat. Buat responden nyaman dan barulah kita masuk pada inti
tugasnya”. Setelah 1 jam, tepat jam 10.00 WIB, kegiatan ini diakhiri. Beliau
mengapresiasi ketepatan waktu pegawai BPS dalam menyusun dan melaksanakan
kegiatan.
Pengukuhan KSKP 2015.
Inilah inti
acara pada hari ini, Pengukuhan KSKP 2015. Momen sakral bagi kami karena kami
akan disematkan medali penghargaan sebagai KSK berprestasi dari masing-masing
provinsi. Jujur, ini sebuah amanat yang besar sekali karena saya akan menjadi
“duta atau agen perubahan” untuk KSK lain di daerah nanti. Ehm semoga kami semua bisa konsisten untuk melakukan yang terbaik
di daerah nantinya. Tapi Wallahua’lam.
Barkan saja mengalir seperti arus air.
Kami lakukan
gladi bersih terlebih dahulu agar pelaksanaan pengukuhan berjalan lancar. Tepat
jam 11.00 WIB, acara pengukuhan dimulai. Kepala BPS dan para deputi beseta
jajaran eselon I, II dan III mulai menempati tempat duduk masing-masing. Hadir
pula sebagai penerima penghargaaan atas prestasinya menjadi creator logo SE 2016 yaitu mas Andre
saleh Kasie IPDS Kabupaten Labuhan Batu Provinsi Sumatera Barat.
Kamipun
mulai di panggil satu-persatu sesuai urutan provinsi di mulai dari Aceh. Sampai
akhirnya giliran saya dipanggil MC, “KSKP Jawa Timur, Faishol Amir, S.Si, KSK
Suboh BPS Kabupaten Situbondo”. Aduh dag
dig dug rasanya. Untung semua berjalan lancar sampai acara selesai. Di
akhir pengukuhan, kami berfoto bersama dengan jajaran petinggi BPS RI.
(Pengalungan medali oleh Kepala BPS RI)
(Foto bersama Kepala dan para
deputi BPS RI)
Orientasi Kantor BPS RI
Acara terakhir
hari ini melakukan kunjungan ke beberapa satuan kerja di BPS RI. Di mulai
dengan ruang perpustakaan. Di sambut oleh Kepala Subdirektorat Layanan dan
Promosi Statistik , Bapak Roby Darmawan
M.Eng. Di sana kami dibuat takjub, betapa canggihnya perpustakaan BPS
RI. Semuanya berbasis digital. Mau isi buku tamu, isi dulu buku tamu digital. Itupun
juga dilengkapi dengan daftar antrian sesuai tujuan kedatangan. Ada yang untuk
konsultasi, cari buku, hingga untuk pembelian produk BPS. Mau cari buku,
referensi dan data, ketik saja di komputer yang di sediakan. Wah semuanya serba
komputer. Canggih benar…..kapan ya BPS di daerah seperti itu?.
(Foto konsultasi data untuk
memudahkan customer mendapatkan data
yang diinginkan)
Selanjutnya
kami menuju bagian data center. Selama
di sana, kami didampingi oleh Kepala subdirektorat Pengembangan Basis Data,
Bapak Dr Said Mirza Pahlevi M.Eng.Inilah ruang paling rahasia di BPS,
karena di ruangan ini semua data disimpan. Ada sensor suhu, cctv di setiap
sudut, pintu dengan kode akses tertentu. Mirip seperti film-film di TV. Kami saja tidak diperkenankan untuk
memfoto, bersyukur kami bisa mengunjunginya. Rasa kagum saya kepada para
pegawai yang bekerja di bagian data center, betapa hebatnya pegawai di sana karena mereka
bekerja keras 24 jam untuk menjaga agar data BPS aman.
Tur selanjutnya
menuju ruang tempat pencetakaan peta. Mirip seperti yang ada di tempat digital printing, ada mesin cetak besar
yang tentu harganya sangat mahal. Di sana kami dijelaskan tentang seluk-beluk
pembuatan peta. Ada informasi menarik dari Direktur Sistem Informasi Statistik,
Dra. Marlina Kamil MM, dimana nantinya KSK tidak perlu lagi
melakukan pembuatan sketsa peta secara manual karena semuanya akan terintegrasi
secara digital dengan memadukan kecanggihan teknologi yang dimiliki. Betul-betul
mantap. Di akhir pertemuan, kami diberi souvenir sebagai cinderamata. Terima
kasih Ibu Dra. Marlina Kamil MM. Wah makin banyak nih oleh-oleh yang kami
terima.
(Foto bersama di ruangan pencetakan peta)
# Hari ketiga, Jumat 14 Agustus
2015
Menghadiri Rapat Paripurna di Gedung
DPR-MPR RI
Hari ini kami
akan mengikuti agenda yang sangat penting, menghadiri rapat paripurna terbuka
DPR RI yang diawali dengan pidato kenegaraan oleh Presiden RI. Jadi kami harus
bangun pagi-pagi sekali, jam 04.00 WIB. Setelah sarapan pagi yang cukup
singkat, kami harus segera berangkat menuju senayan tempat gedung DPR MPR
berada. Tepat jam 06.00 WIB kami tiba di sana. Ternyata undangan sudah hampir
penuh.Wah senangnya bisa datang ke tempat wakil-wakil rakyat berada.
Rapat paripurna
dihadiri oleh Presiden, wakil presiden RI, para mentri,kepala kementerian dan
lembaga non kementrian, anggota DPR, MPR serta DPD. Selain itu juga ada
undangan dari berbagai kalangan seperti pers dan teladan-teladan dari seluruh
Indonesia, tentunya KSKP hadir disana.
Kami sempatkan
untuk berfoto ria sebelum acara dimulai. Ada yang berfoto di air mancur, depan
gedung DPR bahkan ada yang berfoto di depan mobil dinas para mentri. Narsis lah. Acara pun segera
dimulai.Kami masuk satu-persatu melewati penjagaan yang sangat ketat. Untung
sudah ditentukan tempat duduk sesuai undangan, jadi tidak sampai terjadi
rebutan kursi. Dari 33 KSKP, ada dua KSKP yang diminta untuk menjadi wakil kami
yang duduk di balkon dalam ruangan rapat paripurna. Terpilih KSKP Jabar dan
Papua.Sedangkan KSKP lainnya duduk di Lobi gedung nusantara 3. Untung juga saya
tidak terpilih di balkon, karena ternyata mereka yang duduk di balkon diawasi
dengan sangat ketat. Untuk ke kamar kecil dan makan saja waktunya dibatasi. Sedangkan
kami yang di lobi bebas berjalan-jalan, belanja dan makan. Bahkan kami bisa
berfoto di beberapa sudut di gedung DPR ini, tapi tentu saja dengan menjaga
sopan-santun bersama.
(Berfoto santai sebelum mengikuti
acara Pidato kenegaraan dan rapat paripurna DPR MPR RI)
(Foto bersama Kepala BPS RI
sesaat setelah sidang rapat paripurna)
Sidang
paripurna berakhir sekitar jam 11.30 WIB. segera kami berkumpul di depan gedung
“keong” untuk berfoto bersama Kepala BPS RI, Bapak Dr.Suryamin, M.Sc. Selepas
itu kami bertolak menuju kantor pusat BPS RI. Rasa lelah kami rasakan sehingga
banyak dari kami yang tertidur lelap di dalam bus, termasuk saya. Karena jalur
pulang kami melewati masjid Istiqlal, beberapa rekan kami memilih untuk sholat
jumat di sana. Namun pulangnya nanti berjalan kaki sekitar 20 menit menuju
kantor BPS. Saya pribadi memilih sholat jumat di kantor BPS agar tidak terlalu
lelah nantinya karena setelah sholat jumat, ada agenda pembekalan tentang
Reformasi Birokrasi (RB) dan STATCAP CERDAS.
# Pembekalan tentang Reformasi
Birokrasi (RB) dan STATCAP CERDAS.
Jam tepat di
angka 14.00 WIB. Sebetulnya kondisi kami cukup lelah, namun kami akan mengkuti
agenda yang sangat penting tentang RB dan STATCAP CERDAS. Acara di pandu oleh
Bapak Dr. Bonivasius P. Ichtiarto, S.Si oleh Kepala Bagian Kesejahteraan dan
Pengembangan Pegawai Pusat, dengan narasumber adalah Bapak Arie Sukarya, M.Comm selaku Kepala Biro Bina Program BPS
RI.
Dengan tema
“Langkah Baru Menuju BPS Berkelas Dunia”, Pak Arie menjelaskan secara gamblang
tentang apa itu RB dan Statcap Cerdas. Inti dari Statcap Cerdas adalah Program
modernisasi dan reformasi kita, meningkatkan efektivitas dan efisiensi,
memproduksi dan menyediakan data yang lebih berkualitas, serta cepat tanggap
terhadap kebutuhan pengguna data.Statcap Cerdas adalah RB di dalam tubuh BPS. Sedangkan
Tujuan dari RB sendiri adalah pemerintah yang bersih dari KKN, efektifitas dan
efisiensi kegiatan pemerintah, peningkatan kualitas pengambilan kebijakan dan
peningkatan kualitas pelayanan publik.
Ada tiga hal menarik yang di sampaikan pak Arie
pada kesempatan itu. Pertama, ke depannya BPS akan memodernisasi pendataan
dengan basis IT. Jadi mendata tanpa memakai kuesioner kertas tapi memakai
tablet. Tinggal klik tombol sajamaka
data akan terkirim secara online. Di situlah diketahui nantinya apakah KSK bekerja
jujur atau tidak karena segalanya termonitor secara langsung, kapan dan dimata
pendataan itu dilakukan. Ehm semacam
perekam jejak.
Kedua, KSK akan
betul-betul difungsikan sebagai Koordinator, bukan lagi sebagai pencacah
seperti yang terjadi saat ini. Jadi nantinya KSK yang akan memonitor,
mengawasi, mengkoordinir kegiatan pencacahan yang dilakukan mitra BPS yang
posisinya nanti akan dikontrak setahun sesuai amanat peraturan
perundang-undangan tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Jadi KSK sebagai
pengawas sekaligus koordinator, mitra BPS sebagai pencacah.
Ketiga, ini
yang sekaligus menjawab keragu-raguan KSK dalam posisinya apakah akan
dikembalikan ke kecamatan atau tetap berkantor di kabupaten/ kota. Pak Arie
dengan tegas menyampaikan tidak ada toleransi dalam menegakkan aturan. Kalau
ada pengecualian untuk beberapa kasus misalnya yang tinggal di kecamatan
kepulauan atau lainnya, maka aturan ini tidak akan pernah bisa ditegakkan. Bahwa
KSK yang domisilinya jauh dari kantor BPS kabupaten/ kota harus menyesuaikan
diri dan memilih untuk berdomisili di sekitar kantor. Karena KSK fungsinya
selain sebagai koordinator di kecamatan juga sebagai staff BPS kabupaten.
# Hari keempat, Sabtu 15
Agustus 2015
Selama kegiatan
KSKP berlangsung, ada 2 hari yang dikhususkan bagi kami untuk bersantai dan
bertamasya, kami sebut “pengenalan Peta WA di hari Sabtu dan Pemetaan Peta WB
di hari Minggu”. Hehehe…
Di hari sabtu
ini, kami mengunjungi Pantai Wisata Ancol dan arena bermain Dufan yang terletak
dalam satu kawasan. Kami berangkat jam 07.00 WIB. Di sana kami menikmati
beberapa wahana yang cukup membuat adrenaline
kami meningkat seperti wahana Histeria dan Tornado. Awalnya takut untuk
mencoba, namun jika tak pernah berani, maka selamanya tak akan pernah bisa. Ada
hikmah positif yang saya dapatkan.Dan akhirnya saya beranikan diri
mencoba.Rasanya jantung dan lutut ini dicabut, perut dikocok dan perasaan
mulas.Tapi kepuasan yang saya dapatkan.Ternyata saya berani juga. Sempat
terfikir akan lebih menyenangkan jika mengajak anak dan istri suatu saat nanti.
Ya Insya Allah saya akan kembali
bersama mereka suatu saat nanti. Semoga terwujud.Amin.
(Foto saat menikmati salah satu
wahana yang menyenangkan di DUFAN, yaitu Tornado)
Sekitar jam
16.00 WIB kami menyudahi kegiatan hari ini dan kembali ke hotel. Lelah dan
capek, namun senang pula karena kami bisa menikmati wisata setelah 3 hari
sebelumnya berturut-turut mengikuti kegiatan resmi. Sebelum pulang kami
sempatkan berbelanja baju untuk anak istri. Oh iya lebih baik belanja di
wilayah parkir dan setelah pintu keluar karena harga barangnya lebih murah.
Namun kembali ke selera masing-masing ya.
# Hari Kelima, Minggu 16
Agustus 2015
Hari ini agenda
kegiatan kami adalah mengikuti kegiatan Car Free Day di bundaran HI, mengunjungi taman Monumen
Nasional (Monas), dan kawasan belanja ITC Mangga Dua. Karena padatnya agenda,
maka kami bangun pagi sekali dan harus berkumpul tepat jam 05.00 WIB. Setalah
sarapan secukupnya, berangkatlah kami menuju Bundaran HI. Ternyata sudah banyak
mesyarakat yang berkunjung di sana. Kami puas-puaskan diri berfoto di sana.
Cukup singkat, sekitar 1 jam kami kembali ke bus karena tujuan selanjutnya
adalah Monas.
Untuk bisa
masuk Monas cukup membayar tiket Rp. 2.000. Namun tiket sudah ditanggung
panitia agar efisien. Setelah memasuki bagian bawah monas tempat diorama
sejarah bangsa disajikan, kami dipandu oleh tour
guide yang menjelaskan kepada kami seperlunya tentang masing-masing diorama
itu. Karena untuk bisa menaiki menara sampai puncak harus antre 3 jam, maka
panitia memutskan untuk tidak usaha naik saja agar waktu tidak terbuang
percuma. Sehingga kami melanjutkan agenda menuju ITC.
(Foto bersama di depan MONAS)
Sekitar jam
10.30 WIB kami tiba di ITC, di sana kami diberi waktu hingga jam 14.30 WIB
untuk berbelanja oleh-oleh dan barang keperluan lainnya. Banyak dari kami
berbelanja baju dan perangkat elektronik seperti aksesoris HP dan Laptop.
Sesuai dengan
jadwal, kami bertolak menuju hotel jam 15.00 WIB. Istirahat dulu karena besok
kami akan mengikuti kegiatan paling penting yaitu menghadiri peringatan
proklamasi 17 Agustus.
# Hari Keenam, Senin 17 Agustus
2015
Inilah hari
yang paling ditunggu-tungu oleh kami, hari peringatan kemerdekaan RI yang
ke-70. Sebelumnya saya ucapkan “Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-70 tahun. Semoga
Indonesia benar-benar merdeka di segala sektor. Baik pendidikan, ekonomi,
sosial, politik dan budaya”.
(Foto undangan peringatan
detik-detik proklamasi di Istana Negara Jakarta)
Jam 05.00 WIB
kami sudah siap rapi dengan setelan jas, kemeja putih, peci dan medali yang
harus kami kenakan. Tak lupa undangan masuk kami bawa serta. Kami tiba di
Istana negara waktu matahari belum muncul benar. Di sana kami urutan kedua
rombongan yang datang setelah rombongan dari Kementrian Kesehatan. Setelah
antri sekitar 2 jam, pintu akhirnya dibuka dan kami masuk satu-persatu. Awalnya
berdesak-desakan dan terkesan saling rebutan dengan rombongan lain. Tapi
Alhamdulillah kami bisa masuk sesuai urutan. Kami tergabung dalam barisan C dan
mendapat tempat duduk di barisan terdepan. Beruntung kami juga mendapat lokasi
tempat duduk yang teduh karena membelakangi matahari terbit.
(Foto sebelum kegiatan peringatan
detik-detik proklamasi di Istana Negara)
Momen sakral acara
peringatan detik-detik proklamasi berjalan lancar dan hikmat. Ada persembahan
lagu-lagu nasional dan daerah yang disajikan secara rancak oleh paduan suara
dan orkestra Gita Bahana, ada peragaan pesawat tempur yang suaranya menggelegar
dan pertunjukan lain yang tidak kalah bagusnya. Getar terasa di dada ini
manakala lagu kebangsaan dan bendera merah putih dikibarkan. Semoga rasa
nasionalisme ini terus membuncah untuk membangun bangsa ini menjadi lebih baik.
Amin.
Akhirnya
rangkaian peringatan detik-detik proklamasi berakhir pukul 12.00 WIB. Kami
segera berkumpul di depan Istana Negara untuk berfoto bersama. Tak lupa sebelum
pulang, kami sempatkan belanja souvenir
berupa gantungan kunci, bolpoin, pin, dll untuk kami hadiahkan kepada saudara
dan rekan kami di daerah masing-masing. Setelah itu kami pulang ke hotel untuk
beristirahat agar besok kami bisa lebih fresh
untuk mengikuti agenda selanjutnya.
# Hari ketujuh, Selasa 18
Agustus 2015
Ramah Tamah bersama Presiden RI
Hari ini kami
akan melewati beberapa agenda yang padat dan menguras energi. Boleh dikatakan
ini hari terkahir kami mengikuti serangkaian kegiatan KSKP 2015.
Agenda hari ini
dimulai dengan acara ramah-tamah dengan presiden RI di Istana negara Bogor.
Tepat jam 05.00 WIB, kami sudah siap berangkat menuju Kota Bogor. Saat melewati
jalan tol menuju Bogor, tampak kemacetan mengular panjang sekitar 15 KM dari
arah Bogor menuju Jakarta. Hal ini biasa terjadi karena banyak warga Bogor,
Bekasi, Cikampek, dan sekitar Jabotabek yang bekerja ke Jakarta sehingga
kemacetan sering terjadi. Untung saya tidak bekerja di Jakarta, mungkin stres
yang saya alami manakala pergi dan pulang kerja selalu macet, macet dan macet.
Sampai di Kota
Bogor sekitar jam 06.15 WIB kami disambut kemacetan di jalan menuju Kebun Raya
Bogor yang sekomplek dengan Istana Bogor. Ternyata hal ini karena banyaknya Lin/
angkot (angkutan umum) yang ngetem maupun menurunkan penumpang di sembarang
tempat. Karena inilah selain disebut sebagai kota hujan, bogor juga dikenal
dengan kota 1000 angkot.
Sekitar jam
07.00 WIB kami mulai memasuki kawasan Istana Bogor. Kali ini tempat duduk sudah
ditentukan berdasarkan rombongan. Namun apesnya, kami mendapatkan jatah tempat
duduk yang disinari langsung oleh matahari. Alamat kepanasan ini. Hehehe…
Kegiatan ramah
tamah tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya saat presiden dijabat
bapak SBY. Biasanya ramah tamah diselenggarakan di Jakarta Internasional EXPO
pada malam hari. Namun kali ini presiden Jokowi menginginkan dilaksanakan pagi
hari di Istana Bogor. Mungkin agar para teladan yang diundang juga bisa tahu
dan mengenal Istana Bogor.
Rangkaian
kegiatan ramah tamah ini meliputi pidato sambutan presiden RI tentang bangganya
beliau bisa mengundang para teladan dari berbagai kementrian dan instansi
seluruh Indonesia, kegiatan penuturan kisah beberapa teladan yang diberi
kesempatan maju ke depan panggung dan menceritakan kondisi di daerah
masing-masing dan acara diakhiri dengan foto bersama Presiden, Wakil, para
mentri dan kepala Intansi yang terkait.
(Foto bersama Presiden, Wakil,
para Mentri dan Kepala BPS RI)
Pembekalan Materi Data
Strategis
Tepat jam 12.00
WIB acara ramah tamah berakhir dan kami langsung pulang menuju Kantor BPS RI
untuk agenda selanjutnya yaitu pembekalan materi tentang Data strategis BPS
oleh Bapak Dr. Margo Yuwono, Direktur Analisis dan Pengembangan Statistik BPS
RI pada jam 14.00 WIB.
Beliau
menjelaskan tentang betapa BPS sangat dibutuhkan oleh seluruh kalangan dan
ditungu-tunggu kehadiran datanya. Utamanya pada beberapa data strategis seperti
PDRB, Inflasi, kemiskinan dan gini ratio,
data perhitungan DAU, serta data tentang pengangguran dan masih banyak
data-data strategis lainnya.
Beliau juga
menuturkan betapa pentingnya setiap poin pada setiap pendataan, survei dan
sensus yang kami lakukan dilakukan. Bahwa perencanaan, evaluasi, penentuan
target pembangunan, dasar penentuan alokasi dana perimbangan, bahan penelitian
serta kebijakan strategis pemerintah seperti ekspor-impor semuanya tergantung
dan mengacu pada data BPS.
Jam sudah
menunjukkan pukul 17.05 WIB. Kami diberi kesempatan ISHOMA sebelum acara
selanjutnya dimulai yaitu pembekalan materi kepegawaian yang dibawakan oleh
Bapak Akhmad Jaelani, Kepala Biro Kepegawaian BPS RI.
Pembekalan Materi Kepegawaian
Bapak Jaelani
menjelaskan secara rinci dan runut tentang PNS/ ASN. Diawali dengan kewajiban
dan larangan tentang ASN yang tercantum dalam PP No.53 tahun 2010. Dilanjutkan
tentang pengembangan SDM utamanya pada masalah jenjang karir pegawai dimana
akan diberlakukan sistem lelang jabatan sesuai perka no 12 dan 13 tahun 2015
untuk jabatan pimpinan tinggi, administrator dan pengawas. Selanjutnya tentang penilaian
kinerja sesuai PP nomor 46 tahun 2011 serta perka BKN nomor 1 tahun 2013 bahwa
Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) ditambah Perilaku Kerja (PK) akan menghasilkan
Capaian kinerja Pegawai (CKP) yang akan di-input
secara on line dan menjadi dasar
penentuan Tunjangan kinerja (TK) yang selaras dengan Perka BPS RI nomor 77
tahun 2012 bahwa tiga komponen TK adalah pencapaian kinerja, kehadiran, dan
kode etik/kedisiplinan.
Pelepasan dan Penutupan
Kegaiatan KSKP 2015
Akhirnya
rangkaian acara KSKP 2015 diakhiri dengan acara pelepasan dan penutupan.
Seluruh KSKP diajak untuk bersenandung bersama membawakan lagu-lagu favorit
pilihan. Sejenak rasa haru mengelayuti hati manakala kami akan segera berpisah
dan kembali ke daerah masing-masing. Kami seperti sudah menjadi saudara meski
hanya 8 hari kami bertemu, berkomunikasi. Enggan rasanya berpisah, namun kami
harus kembali dan menceritakan segudang kisah kami pada rekan-rekan di daerah
dan berharap KSK lainnya yang belum pernah mengikuti KSKP akan terlecut
semangatnya untuk mengikuti jejak kami.
(Foto saat kami hendak kembali ke daerah masing-masing)
Akhir tulisan
ini, saya berterima kasih sebesar-besarnya
kepada BPS, panitia dan seluruh pihak yang membantu kami sehingga bisa
ikut dalam rangkaian kegiatan KSKP tahun 2015. Ah akhirnya saya menyudahi
cerita ini dan beraktivitas seperti sedia kala dengan semangat baru, semangat
untuk menjadikan BPS sebagai “BPS Berkelas Dunia”. Amin.
Wassalamualaikum
Wr.Wb
Situbondo Jawa Timur, 20 Agustus 2015
KSK Suboh Kabupaten Situbondo

















Tidak ada komentar:
Posting Komentar